News

Ad

Menu Halaman Statis

Ad

KTWK CIBABAT

Ruang Riung Bangun Ekosistem Kreatif, Workshop Ramadan Jadi Langkah Awal


CIMNEWS || KOTA CIMAHI — Di tengah suasana Ramadan, Komunitas Ruang Riung Cimahi memanfaatkan momen ngabuburit bukan sekadar untuk mengisi waktu, tetapi sebagai pijakan membangun ekosistem kreatif di daerah. 

Melalui workshop lukis gipsum yang digelar di Kangen Kopi Cihanjuang, Minggu (22/02/2026), komunitas ini menegaskan perannya sebagai ruang tumbuh bagi para pelaku seni lintas generasi.

Kegiatan menghadirkan Desi Fatmaulian, seniman asal Cimahi dan lulusan Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, sebagai narasumber. Ia memandu peserta mengeksplorasi teknik melukis pada media gipsum dengan pendekatan yang santai namun terarah.

Berbeda dari sekadar kelas seni biasa, workshop ini dirancang sebagai ruang pertemuan ide. Peserta dari berbagai usia anak-anak, mahasiswa, hingga usia di atas 50 tahun berbaur dalam satu meja kreatif, berbagi pengalaman, serta sudut pandang dalam berkarya.

Ketua Pelaksana Ruang Riung, Dipo Frayudha, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari visi jangka panjang komunitas untuk menghadirkan ruang apresiasi yang selama ini masih minim di Cimahi.

“Masih banyak seniman yang belum mendapatkan ruang yang layak, padahal potensi mereka luar biasa. Ruang Riung ingin menjadi jembatan, bukan hanya tempat berkumpul, tetapi tempat lahirnya karya,” ujar Dipo.

Ia menambahkan, Ruang Riung tidak membatasi diri pada seni lukis semata. Komunitas ini membuka pintu bagi berbagai bentuk kreativitas dan inovasi anak muda, mulai dari seni visual hingga gagasan kolaboratif lainnya. Tujuannya jelas: menciptakan ruang positif agar generasi muda tetap produktif dan berkembang.

Workshop Ramadan ini sekaligus menjadi uji coba konsep Ruang Kreatif yang ingin digelar secara rutin setiap bulan. Dengan penyediaan perlengkapan lengkap mulai dari media gipsum, cat akrilik, kuas, hingga tahap finishing menggunakan pernis kegiatan ini dirancang profesional meski masih berjalan secara mandiri.

Desi menilai, kegiatan seperti ini memiliki dampak lebih luas dari sekadar menghasilkan karya. Selain melatih teknik dan kreativitas, proses melukis juga menjadi sarana terapi emosional serta memperkuat kepercayaan diri peserta.

Ruang Riung pun berharap ke depan mendapat dukungan lebih luas, termasuk kolaborasi sponsor dan perhatian pemerintah, agar gerakan kreatif ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Melalui langkah kecil dari sebuah workshop ngabuburit, Ruang Riung menunjukkan bahwa geliat seni di Cimahi tidak pernah padam. Di balik sapuan warna di atas gipsum, tersimpan semangat membangun komunitas, merawat kreativitas, dan menghadirkan ruang apresiasi yang berdampak nyata bagi daerah. (Red)

Type and hit Enter to search

Close